A House Divided (Cetakan Kedua Agustus 2008) :
Cucu-cucu Wang Lung, petani sederhana yang
seumur hidupnya harus bekerja keras mengolah tanah, kini tinggal
menikmati hasil jerih-payah kakek mereka. Anak-anak Wang sang Tuan Tanah
hidup berfoya-foya di kota pantai, sementara di dalam Rumah Keluarga
Wang yang seluas istana, anak-anak Wang sang Saudagar tetap hidup sesuai
tradisi lama, dilayani puluhan pelayan. Tujuan hidup mereka jelas:
mengumpulkan harta sebanyak mungkin.
Di antara kedua gaya hidup itulah Wang Yuan, putra Wang si Macan, terombang-ambing. Sejak kecil dia tak pernah bahagia, dan tak pernah punya tujuan hidup yang jelas, sampai pada suatu hari dia dijebloskan ke penjara karena terlibat pemberontakan kaum revolusioner yang sesungguhnya tidak benar-benar dia pahami.
Di antara kedua gaya hidup itulah Wang Yuan, putra Wang si Macan, terombang-ambing. Sejak kecil dia tak pernah bahagia, dan tak pernah punya tujuan hidup yang jelas, sampai pada suatu hari dia dijebloskan ke penjara karena terlibat pemberontakan kaum revolusioner yang sesungguhnya tidak benar-benar dia pahami.
No comments:
Post a Comment